[Ficlet Series] Pon~Pon Magiko! part 1

  • Title: Pon~Pon Magiko! (part one: the first meet)
  • Scriptwriter (Author): Miura Akina
  • Main Cast:
    • EXO member
    • Aleyna Yilmaz as Magiko
  • Support Cast:
    • Lee Ji Eun (IU)
    • Im Jin Ah (Nana After School)
  • Genre: Fantasy, Friendship
  • Duration (Length): Series of ficlet (1/6)
  • Rating: General
  • Disclaimer: The story-line, plot, ideas are comes from my mind. Do not copy without my permission. The casts are not belong to me.

Langit senja berwarna jingga kekuningan sepadan dengan daun ginkgo di musim gugur. Angin berbaik hati menghembuskan udaranya yang sejuk. Daun-daun yang gugur membuat irama gesekkan di jalan. Dua namja berjalan dengan santai di bawah pepohonan ginkgo sambil mengobrol ringan. Asap mengepul di atas cup kopi berukuran besar yang mereka bawa. Sore itu nampak sepi. namun kedua namja itu tidak merasa aneh dan terus melanjutkan pembicarannya, sampai sebuah angin kencang membuat mereka terdiam. Angin itu membuat pusaran kecil di hadapan mereka. Daun-daun yang gugur terbawa dan menyelimuti pusaran itu. sehingga cukup untuk menghalangi pandangan mereka. Asap kebiruan berpendar dan meletup kecil. POOF! Seorang anak perempuan dengan dress putih bermotif bunga dan jaket rajutan berwarna cremé muncul dari balik asap tersebut dan merapikan rambutnya.

“ah angin ini membuat rambutku berantakan. Kalian punya sisir?” anak itu menjulurkan tangan kepada kedua namja di hadapannya. “hey, kalian dengar aku kan?”

Kedua namja itu saling bertatapan berharap mereka mempunyai pikiran yang sama untuk segera kabur dari tempat itu. Namun salah seorang namja memberanikan diri membuka mulutnya. “ka-kau keluar dari asap…? jangan-jangan kau ini…” tok! Namja yang satunya lagi menjitak kepalanya. “dasar bodoh. Mungkin dia hanya anak kecil yang tersesat. Nak, kau mencari ibumu?”

“kalian berdua jangan pura-pura bodoh. Aku tidak punya ibu. Apalagi ayah.” Kata anak itu dengan muka malas—Fectuswitches memang tidak mempunyai orangtua— Anak perempuan itu masih menganggap bahwa kehadirannya yang tiba-tiba itu hal biasa.

“eeh! Maafkan aku! Aku tidak bermaksud… ah namaku Chen. Yang ini tao.” Chen menunjuk namja di sampingnya.

“Hai.” Tao tersenyum kecil. “namamu siapa?”

“Aku Magiko.”

“Uphh..”  pipi Chen menggembung menahan tawa, lalu berbisik dengan pelan“Tao, bukankah magiko itu untuk memasak nasi?”

“magic com?” jawab tao dengan polos. “upph!!” mata jahil tao membelalak karena baru sadar akan gurauan yang dimaksud. Ia berusaha menahan tawanya sekuat mungkin.

“kalian kena alergi ya? Kenapa mata kalian berair seperti itu?” Magiko sama sekali tidak merasa kalau dia sedang dijadikan bahan tertawaan.

“ti-tidak… aku hanya sedikit kepanasan terkena uap kopi ini. Kopi ini terlalu panas. Ya kan, Chen?” Tao menginjak kaki Chen pelan—pelan menurut Tao belum tentu pelan menurut orang kebanyakan—

“i-iya.” Chen tersenyum lebar tapi alisnya membentuk cekung kebawah tanda terpaksa. “Tao…tadi itu sangat sakit…” bisik Chen.

“maaf… tidak sengaja.” Ucap Tao sambil menyeringai lebar.

“emm.. kalau begitu aku dinginkan kopi kalian ya. PON~PON MAGIKO!” wuuushhh! angin berwarna putih salju menghampiri kopi mereka. Dan dalam sekejap kopi itu mengeras menjadi es. “nah, bagaimana? Sudah tidak panas lagi kan? Sekarang bolehkah aku minta tolong?” anak perempuan itu menunjukkan secarik kertas berisikan alamat yang ingin ditujunya.

“A-APA!? INI KAN ALAMAT RUMAH KAMI!!” Tao dan Chen terkejut.

“benarkah? Waaah ternyata pekerjaan ini begitu mudah. Kalau begitu ayo ke rumah kalian!”

***

Rumah besar bergaya minimalis menyambut Magiko. Matanya berbinar-binar seperti baru pertama kali melihat sesuatu yang menakjubkan. Ting Tong! Tao memencet bel di dekat pintu. Tidak lama kemudian dua orang bertubuh jangkung keluar. Yang satu berambut pirang dan satunya lagi berwarna warni eksentrik.

“Akhirnya kalian datang juga! Mana kopi yang kami minta?” tanya namja berambut pirang.

“Ah.. Luhan, tiba-tiba saja kopinya mengeras di perjalanan.” kata Chen sambil tersenyum.

“iya. Diluar sangat dingin.” tambah Tao.

Luhan dan Sehun hanya bisa meratapi nasib kopi panas super lezat yang telah lama mereka idam-idamkan.

“ta-tapi bisa dicairkan kembali kok! masukkan saja ke panci!” Tao berusaha menyenangkan keduanya.

“ide yang bagus. Ngomong-ngomong… itu anak siapa?” tanya Sehun, namja berambut pelangi eksentrik.

“oh ini.” Tao dan Chen saling beradu tatap. “anak tetangga!”,“anak ajaib!” keduanya memiliki jawaban yang berbeda.

“geotjimal…” Luhan mulai menaruh curiga kalau Tao menculiknya karena sudah lama ingin mempunyai adik.

“emm… lebih baik kita masuk dulu ke dalam. Di luar sangat dingin.” ujar Sehun.

Harum cokelat menyerbak ke seluruh ruangan. Di meja, terdapat biskuit berbentuk pohon pinus—ya setidaknya bentuknya agak mirip dengan pohon pinus— buatan namja berambut hitam dengan model rambut tipis di bagian kanan dan kiri kepalanya.

“Silahkan dinikmati anak manis.” ucap namja itu sambil menuangkan coklat panas ke gelasnya. “hati-hati jangan sampai lidahmu melepuh. Aku Kris. siapa namamu?”

“arigatou gozaimasu. Watashi no namae wa Magiko desu~!”

“kau berasal dari jepang?!”

“eh tidak kok! Magiko hanya sedang belajar bahasa jepang. Memangnya kenapa?” Magiko mendongak dan mendapatkan Kris sedang memejamkan matanya erat-erat. Seperti ada sesuatu yang mengganggunya dan dia berusaha mengingatnya. “Neo gwaenchana?” tanya Magiko khawatir.

“ah! Nan gwaenchana..” perlahan Kris membuka matanya. “Tao, Chen, dimana kau temukan anak ini?”

“di asap berwarna biru?” jawab Tao dengan ragu.

“asap warna biru?”

“bu-bukan! kita menemukannya di jalan yang ada banyak pohon ginkgo!” Chen menginjak kaki tao. “jangan beri tahu siapapun tentang kejadian tadi…” bisik chen sambil tetap terfokus pada wajah Kris agar tidak mencurigakan. Magiko sibuk memakan biskuit pohon pinus sehingga dia tidak mendengar pembicaraan.

“lalu dimana orangtuanya? Dia tersesat? Atau…” tanya Luhan sambil mengusap sisa coklat di bibirnya.

“ah.. dia tidak punya orang tua.” Bisik tao.

“…!?” luhan menganga dengan khasnya. Matanya yang bulat membesar. “berarti kau sengaja membawanya kemari untuk kau jadikan adik? Ah kyeopta~! Sudah lama aku juga menginginkan seorang adik perempuan di rumah ini.”

“ah, benarkah?” Magiko menempel di pundak luhan seakan-akan ia adalah peliharaannya. Remah-remah biskuit masih menempel di mulutnya. “emm sebenarnya aku hanya ingin mencari seseorang…”

“sudah pasti aku!” seru Baekhyun dengan percaya dirinya.

“emm.. tertulis di kertas ini tapi aku belum bisa membaca.” Magiko menunjukkan kertas itu ke Luhan.

“disini tertulis… su… ho… SUHO!?” Luhan kembali menganga dengan khasnya. Semua pun ikut kaget. “Ternyata suho selama ini berurusan dengan anak kecil yang tidak berdosa!?”

“kalau begitu temui dia kamarnya. Ada di lantai dua. Hati-hati di atas ada ahjussi bernama Kim Jong In yang suka menari ballet. Oh iya dia kan sedang ada di sanggar!” Ucap Sehun sambil cekikikan bersama yang lain.

Magiko berjalan ke sebuah lantai berundak. “apa ini?”

“itu tangga untuk ke lantai 2.” Sehun menghampiri Magiko yang sibuk memperhatikan lantai berundak yang biasa kita sebut sebagai tangga. “ah baiklah akan kutemani kau ke atas.”

***

“wah! Tulisan ini sama dengan yang ada di kertas! Su.. ho!” Magiko menunjuk tulisan di depan pintu kamar Suho. “terimakasih telah mengantarku….ng..”

“Oh Sehun. Panggil saja Sehun.”

“Gamsahamnida Sehun oppa!” Magiko membungkukkan badannya dan masuk ke dalam kamar.

Komik, buku, dan barang tidak berguna lainnya bertumpuk di sebuah meja yang dulunya sempat dijadikan meja belajar. Selimut tergeletak di lantai. Baju-baju kotor bergelantungan dimana-mana. Seprei dan bed cover hampir terlepas dari kasurnya. Di istana sampah itu, tertidur pangeran Suho dengan pulasnya.

“PON~PON MAGIKO!” wuusshhh! Barang-barang berterbangan menempati tempat yang seharusnya. Baju-baju kotor kembali bersih dan terlipat sempurna ke dalam lemari. seprei dan bed cover naik dan menyesuaikan dirinya ke atas kasur. Selimut berjalan ke atas dan memeluk namja itu dengan hangat. Beberapa percikan air membasahi mukanya. Perlahan kelopak matanya mulai terangkat.

“ngh? Ternyata hanya anak kecil.” Suho kembali memeluk gulingnya. “A-APA ANAK KECIL!?”

“tenang! Suho oppa tidak perlu takut. Aku Magiko. Suho oppa ingin apa? Pasti akan kukabulkan~!”

“AAAAA! SUDAH KUDUGA KAU INI JIN! PERGI SANA PERGI! HEY SIAPAPUN TOLONG AKU! CHANYEOL SELAMATKAN AKU!! ” Suho melempar bantal ke Magiko. Lalu berlari ke luar kamar dan menabrak Chanyeol.

“ada apa sih? Kenapa kau berisik sekali?” tanya Chanyeol.

“a-a-ada se-se-setan…”

“kau ini ngomong apa sih? Makanya jangan kebanyakan tidur” Chanyeol menoleh ke arah tempat tidur dan bulu kuduknya mulai merinding “ma-maksudmu yang i-itu? anak perempuan itu? yang sedang duduk di atas kasur?”

D.O dan Lay menghampiri Chanyeol dan Suho yang sedang terpaku didepan kamar. “ada apa ramai-ramai? Sepertinya tadi aku mendengar suara teriakan suho.” D.O pun turut melihat apa yang mereka lihat. “i-i-itu bu-kan setan kan…?”

GRUDUK GRUDUK suara langkah kaki keempat namja itu terdengar sampai ke lantai bawah. “SETAAAAAAAAAAAAAAAN!!” teriak mereka sembari menyusuri tangga dengan ugal-ugalan. Magiko menyusul tepat di belakang mereka.

“hey hey hey tenanglaah… itu magiko. Adik baru kita.” Kris berusaha menenangkan mereka semua.

Setelah mendengar penjelasan—palsu—dari Chen dan Tao, mereka mulai tenang.

“Jadi, ini adik baru kita?” Lay menunduk dan menatap wajah magiko dengan lembut. “manisnyaa…”

“kau sudah tidak mengompol lagi kan?” tanya D.O dengan wajah polos. BLETAK! Suho menjitak kepala D.O. “eh ada apa? aku serius!”

Hehehe sekian dulu ya! Bersambung ke part 2! part 1 nya belum ada Nana sama IU nih mereka bakal muncul kok di part-part berikutnya sebagai pemain pendukung. jadi harap bersabar ya~ authornya juga lagi sibuk nih huehehe jadinya ceritanya dikit-dikit dulu ya. Jangan lupa comment/ reply ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s